Setelah sekian lama berkutat dengan rumus dan teori-teori
para pujangga Fisika, akhirnya ada sedikit celah waktu bagi saya untuk
bercerita pada Anda-Anda sekalian Sodara-Sodara, hehe...
Nah, kali ini saya akan sedikit bercerita dengan hal yang
disebut dengan “sabar”. Sabar di sini dalam konteks sabar dalam berkendara yang
dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari yang tak jauh beda listrik
dinamis (?).
Selama hampir satu tahun lebih tiap saya pulang-pergi dari
rumah ke tempat saya menuntut ilmu dengan mengendarai sepeda motor, akhirnya
saya memiliki sebuah pemikiran cemerlang melebihi pemikiran penting kakek
Einstein #plaaakkk.
Sabar, suatu hal yang benar-benar sulit dilakukan manusia
biasa seperti kita. Orang yang paling sabar saat ini menurut saya adalah belum
ada. Karena yang paling sabar ya para Nabi utusan Allah swt. Kita manusia hanya
bisa bersabar ala kadarnya dan, sabar, tidak ada batas kok. Kembali ke bahasan
awal tentang pemikiran cemerlang saya, sabar dapat kita lakukan dimana saja,
kapan saja, dan dalam keadaan apapun. Salah satunya saat berkendara sepeda
motor. Kenapa? Karena kita akan mengalami dan mendapati keadaan jalan dari yang
tenang, biasa, macet, bahkan kebut-kebutan. Pernah suatu ketika saat saya
kembali dari rumah saya menuju kota tempat saya menuntut ilmu, karena saat itu
waktu masih pagi, saya berencana mengendarai motor dengan kecepatan biasa saja,
berkisar 40-60 km per jam. Termasuk kecepatan yang lambat kan? Bahkan saya berada
di jalur paling kiri, keadaan yang benar-benar aman (buat saya-red.). saat
dalam keadaan bersantai dan perlahan, tiba-tiba dari belakang ada sebuah mobil
dengan kecepatan tinggi melewati saya sambil berklakson sangat kencang ceria
berasa sedang pentas dalam konser spektakuler. Kontan saya terkejut. Apa salahku?
Kenapa kau buatku begini, wahai mobil? Serasa jantung ingin melesak ke dalam
tubuh lebih dalam. Kontan, amarah membuncah dalam diri saya. Gimana gak amarah?
Berkendara udah di jalur paling kiri, masih aja diklakson keras, emang ni jalan
punya kakek ente? #diem! Plaaak! Sabar tauk! Oh iya ya, hehe.
Selain itu, tiap saya pulang dari kota tempat saya menuntut
ilmu ke rumah orang tua saya, jantung saya berasa di roller coaster. Karena memang
waktu pulang itu menunjukkan angka 1-2 siang, dimana bis-bis besar menuju
ibukota selalu lewat dengan kencang, kesabaran saya diuji lagi. Dari arah
berlawanan, ada sebuah bis besar melaju kencang, dibelakangnya ada bis yang ingin
mendahuluinya, bahkan sudah mendahului, dan dalam keadaan bis tersebut
mendekati kearah saya. Kontan, saya langsung berhenti di tempat, memejamkan
mata, dan hanya berdoa pada Gusti Ingkang Maha Kuwaos supados taksih diparingi
keslametan. Dan saat membuka mata, gesekan bis dengan angin, menyebabkan saya
agak terhuyun. Saya hanya bisa terbengong sambil melanjutkan berkendara. Dalam hati
jelas mengumpat. Tapi saya teringat pesan ibunda tercinta, tiap berkendara
harus berdoa. Nah, dari itu, saya berpikir, berkendara memang membutuhkan
kesabaran ekstra. Sodara-sodara yang apabila saat berkendara namun di dahului
lebih kencang, jangan marah-marah ya... apalagi mengeluarkan kata-kata kotor. Itu
tidak baik, notabene jalanan merupakan milik bersama yang dibiayai pemerintah
dan diciptakan oleh Tuhan.
Yang perlu dan sangat diperhatikan saat berkendara bukan
hanya kesabaran saja, selain itu juga dibutuhkan konsentrasi ekstra ya. Diantaranya
saat akan berbelok, temen-temen semua jangan lupa menyalakan lampu sein-nya,
sebisa mungkin radius 2 meter sudah dinyalakan. Lalu, helm digunakan dengan
baik. Gunakan slayer atau masker untuk pelindung wajah (tapi bukan berarti
seluruh wajah ditutupin masker -___- ), cukup untuk melindungi pernapasan kita
dari polusi udara.
Sabar, sangat banyak definisi yang bisa kita buat. Yang terpenting,
sabar bisa kita lakukan kapan saja, dimana saja, dan dalam keadaan apa saja. Terutama
saat berkendara. Kita tak akan pernah tau bagaimana masa depan kita dan
bagaimana keadaan kita nanti saat berkendara. Kita hanya bisa pasrah kepada
Tuhan Yang Maha Esa akan hidup dan mati kita.
Bahasan di entri ini memang agak menyimpang dari judulnya ya
Sodara-Sodara, tapi inti terpentingnya satu, sabar. Saya yakin, saat
sodara-sodara bersabar, pasti sodara-sodara akan merasa tenang hatinya. Tetap semangat
berlatih bersabar ya! ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar